Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Eksotisme Sano Limbung,Daya Tarik Wisata Alam Kecamatan Boleng

Lokasi Wisata Alam Sano Limbung di Desa Golo Lujang Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat (foto N7)

MABAR,NUSANTARA7-Pesona Alam Sano Limbung yang terletak di desa Golo Lujang Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat,di jalan utama Labuanbajo – Kecamatan Macang Pacar,akhir-akhir ini semakin menarik perhatian dan minat banyak orang untuk dikunjungi guna merasakan sensasi keindahan alam dan kesejukannya.

Nusantara7 membuktikannya sewaktu mengunjungi tempat tersebut belum lama ini.Terlihat sejumlah pengunjung yang datang dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua yang terparkir rapi  di kiri kanan jalan tampak tengah menikmati pemandangan alam di lokasi tersebut.Sejauh mata memandang yang tampak adalah pepohonan rindang nan hijau yang ditaksir berumur kurang lebih ratusan tahun dan tampak terjaga dan terawat dengan baik.

Sano Limbung (foto : N7)

Selain pepohonan-pepohonan cantik yang terasa menyimpan banyak cerita tersebut,yang paling menarik adalah keberadaan Sano Limbungnya.Genangan air yang tampak seperti kolam besar tersebut yang dikeliling oleh pepohonan-pepohonan rindang dengan diameter dua kali pelukan orang dewasa tersebut turut mempercantik keindahannya,ditambah lagi sejumlah angsa yang jumlahnya ratusan bahkan mendekati angka ribuan berenang mengintari luasnya Sano Limbung dan bergantian bertengger di  sejumlah dahan-dahan pohon yang sudah tumbang ke dalam Sano Limbung .Semakin menarik dinikmati tentunya,apalagi untuk fotografer-fotografer yang hobi memotret burung di alam liar,tentunya Sano Limbung bisa menjadi pilihan menarik buat mereka.

Namun,ada hal hal yang perlu ditaati dan tidak boleh dilanggar oleh pengunjung saat berada di Sano Limbung,yakni larangan berbuat melanggar norma kesopanan serta tidak merusak alam,seperti yang paling sederhana adalah tidak boleh membuang sampah sembarangan.Sejumlah cerita yang berhasil digali oleh nusantara7 dari warga sekitar,banyak orang yang sudah mengalami musibah kecelakaan di lokasi tersebut,seperti jatuh tanpa sebab sampai patah tulang bahkan sampai gila karena pernah melakukan perbuatan yang melanggar norma norma adat dan agama.

Kuliner Jadi Daya Tarik Pengunjung dan Sumber Penghasilan Warga Lokal

Bangunan bernuansa adat manggarai yang digunakan sebagai tempat kuliner di wisata alam Sano Limbung (foto : N7)

Daya tarik lain saat kita mengunjungi Sano Limbung ,adalah pesona kulinernya.Saat penulis tiba di lokasi,tampak sejumlah bangunan bernuansa adat manggarai berjejer di sepanjang jalan dikawasan tersebut.Bangunan yang beratapkan ijuk dari pohon tuak serta berdindingkan gedek bambu dengan rangka bangunan dari kayu lokal,turut menambah eksostismenya.Bangunan yang berjumlah 10 unit tersebut digunakan warga lokal untuk menjajakan minuman dan makanan untuk pengunjung yang ingin melepas dahaga dan mengisi perut.

Salah satu bangunan yang berlokasi paling ujung,dipilih oleh penulis untuk minum kopi lokal manggarai serta mencicipi makanan khas lokal(Serabi ),yang terbuat dari sejumlah bahan bahan lokal,seperti tepung beras yang ditumbuk,air tuak/nira dan sejumlah bahan lokal lainnya.Tentunya terasa nikmat pangan lokal serabi tersebut disantap dengan minumanya kopi asli manggarai yang terkenal harum dan bercita rasa dengan aroma yang mengundang selera.

Seduhan kopi hangat yang disiapkan oleh pemilik tempat kulier yang bernama Bibiana Ija,mengundang selera penulis.Tegukan demi tegukan kopi dipadukan dengan hidangan serabi sudah berhasil menghangatkan badan  dan menghilangkan rasa lapar penulis.Sensasi kenimatan tiada tara yang jarang dirasakan penulis di tempat lain,minum kopi asli manggarai dipadu dengan  panganan lokal yang berbahan alami di lokasi yang sesejuk dan seasri Sano Limbung.

Sembari menikmati minuman dan makanan,penulis perhatikan di bangunan bangunan lain yang menjajakan minuman kopi dan panganan lokal terlihat ramai dipadati oleh pengunjung yang ingin menghilangkan rasa haus dan lapar.

Saat diwawancarai,Bibiana Ija yang dibantu saudara laki lakinya yang bernama Raffael Elson berjualan,mengaku sudah sejak tahun 2017 berjualan makanan dan minuman di lokasi Sano Limbung bersama dengan teman teman lainnya yang berjumlah 10 orang.Berjualan makanan dan minuman di Sano Limbung dijadikan mata pencaharian tetap oleh Bibiana Ija bersama 9 orang rekan lainya.Menurut keterangannya,mereka berasal dari Kampung Ngaet Desa Golo Lujang yang berjarak kurang lebih 1 km dari lokasi mereka berdagang.

“Nyaris 24 jam kami berjualan ditempat ini pak,dan tidur disini.Biasanya kami melayani pengunjung/turis dari pagi sampai sore hari saja.Sedangkan malam harinya,kami melayani makanan dan minuman untuk pengendara motor ataupun mobil pribadi yang melewati tempat ini,entah yang menuju Terang dan sekitarnya atau menuju labuanbajo ataupun sebaliknya”,terang Raffael Elson menimpali.

Saat dini hari,lanjut Raffael,kami lebih banyak melayani penumpang kendaraan umum dari arah kecamatan macang pacar dan sekitarnya yang menuju labuanbajo.

“Kendaraan penumpang dari wilayah Macang Pacar sana,biasanya berangkat waktu dini hari.Dan selalu mereka berhenti disini untu rehat sesaat sambil minum kopi ataupun makan”,terang Bibiana.

Terkait taksiran penghasilan bersih  yang mereka dapatkan setiap harinya,Bibiana dan Raffael ungkapkan berkisar 500 – 1 juta/perharinya.

“Lumayanlah pak,untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak-anak kami”,ungkap mereka.

Pada kesempatan tersebut,mereka mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,Dinas Kehutanan Provinsi NTT yang sudah membantu dan memfasilitasi mereka untuk dapat berjualan di Sano Limbung.

Hits: 60

Comments

comments

Tinggalkan Komentar Anda