Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

BPN/ATr Dituding Biang Kerok Mafia Tanah Di Manggarai Barat

Kantor BPN/ATr Kabupaten Manggarai Barat

LABUANBAJO,NUSANTARA7-Kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai Barat dinilai buruk dalam proses penerbitan sertifikat tanah.Tidak ada kepastian hukum dalam penerbitannya,banyak tanah yang memiliki Sertifikat Tanah Ganda.Hal ini disampaikan oleh sejumlah masyarakat manggarai barat yang tergabung dalam  “Forum Peduli Tanah Ge”,saat melakukan orasi di Kantor BPN Kabupaten Manggarai Barat,Rabu,10/4/2019.

Forum Peduli Tanage meminta pertanggungjawaban dari Kantor BPN/ATr  Kabupaten Manggarai Barat terkait proses penerbitan Sertifikat Tanah selama ini  yang tidak berkualitas secara hukum sehingga menimbulkan banyak persoalan yang kadang berujung kepada konflik sosial di manggarai barat.

Pada kesempatan Orasi tersebut,Forum Peduli Tana Ge,membeberkan sejumlah Persoalan Agraria yang terjadi di manggarai barat,seperti;masalah Kepemilikan tanah ganda,masalah dokumen kepemilikan bodong,masalah Sengketa Ulayat,Sengketa Tanah,Sertifikat Overlab,Sertifikat Tanah Ganda pada bidang tanah yang sama.

Masyarakat Manggarai Barat Yang Tergabung Dalam Forum Peduli Tana Ge,saat melakukan Orasi di depan Kantor BPN/ATr Kabupaten Manggarai Barat,di Labuanbajo,10/4/2019

“Selain itu,banyak Sertifikat Tanah yang dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Labuanbajo,adanya dugaan sarat gratifikasi pada proses penerbitan sertifikat tanah,Pungli pada proses sertifikasi tanah,Dugaan perampasan tanah masyarakat kecil,kasus warkah yang bocor kemana mana,proses penerbitan sertifikat yang lama dan pelayanan di Kantor BPN/Atr yang amburadul dan kacau balau dan meresahkan masyarakat manggarai barat.Dan semua ini kenapa bisa terjadi? Oleh siapa ? Siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini?,tentu semua ini bisa terjadi karena sengaja dilakukan oleh bpn mabar sendiri”,beber Forum Peduli Tana Ge.

Press Release Forum Peduli Tanage

Dalam Press release dari Forum Peduli Tanage,yang diterima awak media menyebutkan,ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh BPN/ATr Mabar selama ini,seperti;

  1. Sertifikat ganda pada bidang tanah yang sama ; yaitu,menjadi dua sertifikat ( sertifikat ganda) yang dimaksud,kedua-duanya merupakan sah dan resmi yang dikeluarkan oleh Kantor BPN/ATr Kabupaten Manggarai Barat.Ketika dua sertifikat tersebut yang dikeluarkan oleh kantor BPN  mengalami sengketa,pihak BPN Mabar anggap enteng dengan mudah mengatakan,”silahkan para pihak mengajukan gugatan di pengadilan”.Oleh karena itu,biang kerok persoalan adalah BPN yang membuat penerbitan sertifikat tanah.BPN Mabar jelas yang melakukan kesalahan,kemudian para pihak yang tidak tahu apa-apa harus menangung akibat kesalahan tersebut?.
  2. Banyak sertifikat yang dibatalkan oleh pihak pengadilan masalah tanah dan ini sudah sering terjadi sehinga menimbulkan keresahan  masyarakat manggarai barat,khususya para pemegang dan pemilik tanah bersertifikat,karena ini terjadi sertifikat tersebut dalam proses penerbitan tidak melalui proses yang berkualitas ,baik secara formil yang gegabah ditambahkan alas hak yang bodong .
  3. Kasus warkah yang bocor dimana-mana yang seharusnya disimpan dengan baik dikantor BPN dan warkah ini adalah nyawa sertifikat,bersifat rahasia dn hanya bisa diakses oleh kantor BPN sendiri,pemilik warkah,para pihak yang punya hubungan dengan hukum dengan warkah tanah dimaksud ,atau sedang terdaftar berperkara dipengadilan sehinga warkah dipakai untuk kepentingan pembuktian.
  4. Proses sertifikat tanah yang lama dan pelayanan kantor BPN yang amburadul dan proses penerbitan sertifikat pada bidang tanah tidak bermasalah,memakan waktu bertahun-tahun.

Kegiatan Orasi Forum  Peduli Tanage dikantor BPN Mabar tersebut, diterima langsung oleh salah satu staff pegawai BPN ,Karolus Gepa.

Kepada anggota Forum Peduli Tanage,Karolus Gepa menyampaikan,dirinya sudah 20 tahun bekerja di kantor BPN Mabar,tidak pernah terima uang dari pihak manapun.

“Saya kerja di kantor BPN sebagai pegawai biasa dan jangan menuduh semua pegawai BPN melakukan seperti dituduhkan”,ungkap Karolus.

Pada kesempatan tersebut,masa orasi yang tergabung di dalam Forum Peduli Tanage,diwakili oleh Koordinator Forum Peduli Tanage,Yohanes Erlyanto, juga meminta salah satu pegawai BPN Mabar atas nama Caitano Soarest harus dikeluarkan dari Kantor BPN Mabar .

Hits: 279

Comments

comments

Tinggalkan Komentar Anda