Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pimpin Ritual Penyulutan Api Unggun Perkemahan Gudep,Wabub Flotim Kritisi Hal Ini

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH, memimpin ritual penyulutan api unggun perkemahan Gudep tingkat Kecamatan di Bumi Perkemahan Hokeng,Wulanggitang,Selasa,(13/8 2019) malam.

FLORES TIMUR,NUSANTARA7-Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH, memimpin ritual penyulutan api unggun perkemahan Gudep tingkat Kecamatan di Bumi Perkemahan Hokeng,Wulanggitang,Selasa,(13/8 2019) malam.

Wabup Agustinus yang juga sebagai Ketua Kwarcab Kabupaten Flores Timur ini, berkesempatan menyalakan obor utama dan diikuti oleh 15 obor lainnya serta menyalakan api unggun sebagai simbol dari Pancasila dan Dasa Dharma Pramuka.

KaKwarcab Agus Boli dalam sambutanya mengatakan gerakan Pramuka adalah satu satunya sarana resmi di sekolah untuk membimbing,melatih dan membina siswa agar dapat menjadi pemimpin yang baik di hari mendatang.

“Untuk itu, nilai nilai yang terbaca dalam Dasa Dharma Pramuka harus dimengerti dan diamalkan. Saya mengajak adik adik pramuka untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pramuka dengan baik dan petik hikmahnya” ajak KaKwarcab Agus Boli.

Dikatakannya,pemimpin itu muncul setelah ditempa di tempat yang tersulit dan berhasil menghadapinya dengan keberanian, ketekunan dan kerja keras; dan bumi perkemahan ini adalah salah satu tempat kita merasakan tantangan, tantangan yang akan menjadi kekuatan kita untuk membangun karakter yang baik untuk menjadi pemimpin yang punya budi pekerti yang baik, melayani masyarakat, dan mendedikasikan hidup untuk kemajuan bangsa.

Kepsek sejumlah Sekolah di Flotim Masih Apatis Dengan Gerakan Pramuka
KaKwarcab Agustinus Payong Boli, SH, saat memimpin ritual penyulutan api unggun perkemahan Gudep tingkat Kecamatan di Bumi Perkemahan Hokeng,Wulanggitang,Selasa,(13/8 2019)

Berhubung Pramuka telah menjadi kurikulum wajib sekolah secara Nasional, KaKwarcab Agus Boli menghimbau kepada para kepala sekolah agar tetap aktif menjalankan gerakan pramuka di sekolahnya karena negara memandang karakter anak anak perlu dibentuk sejak dini dan salah satu wadah resminya adalah Gerakan Pramuka. Namun, menurutnya sampai saat ini ada beberapa sekolah di Flotim yang kepala sekolahnya masih masa bodoh dengan gerakan Pramuka, sementara Pemerintah Flores Timur memperkenankan Dana BOS dipakai untuk mendukung kegiatan gerakan Pramuka.

“Saya heran, kepala sekolah begitu kok bisa dilantik jadi kepala sekolah.Nanti ke depannya kita akan rakor bersama seluruh kepala sekolah dan saya mau cek kepala sekolah mana yang tidak memberikan ruang untuk gerakan Pramuka tumbuh di sekolahnya. Dana BOS itu digunakan untuk apa saja? Jika saya temukan saya perintahkan untuk diaudit”, katanya.

Lanjutnya, tugas kepala sekolah harus memberikan ruang untuk anak anak didik tumbuh dan berkembang, salah satunya melalui gerakan Pramuka, karena kedepannya kwalitas hidup kita di masyarakat tidak diukur dengan seberapa besar ijazah yang dimiliki tetapi seberapa banyak banyak pengalaman yang diperoleh untuk mengelola hidup di masa depan.

Agus Boli mengatakan,dalam kurun waktu tiga tahun masa kepemimpinannya  ke depan, ada tiga misi pokok gerakan Pramuka yang harus dilaksanakan bersama sama yakni; 
Pertama: Pramuka sebagai agen resmi untuk mencetak kader-kader pemimpin masa depan. Karena itu akan diselenggarakan latihan kepemimpinan  berjenjang di seluruh ranting Kabupaten Flores Timur, peserta didik harus diberi bekal kepemimpinan sejak usia dini.Kedua: Pramuka Flores Timur sebagai agen resmi menumbuh kembangkan jiwa jiwa usahawan muda di Flores Timur. Dijelaskannya, generasi kita dididik sejak dini untuk mengenal ketahanan pangan karena masalah yang paling besar sekarang adalah masalah ketahanan pangan.Ketiga: Pramuka Flores Timur menjadi agen untuk merawat bumi. Dikatakannya Pramuka harus berperan di dalam kehidupan masyarakat dan mencintai alam. Seluruh mata air di Flores Timur menjadi tugas Pramuka untuk merawatnya. Tahun ini Pramuka Flores Timur secara serempak menanam 10 ribu anakan Beringin dan 10 ribu anakan bakau.

Selain itu, untuk menjaga solidaritas kepramukaan dan sebagai wahana untuk saling bertemu  dan berbagi pengelaman, KaKwarcab Agus Boli mengajak seluruh pembina Pramuka Flores Timur untuk membentuk dan bergabung dalam koperasi Pramuka. 

“Kita bangga menjadi anggota gerakan Pramuka dan kita adalah agen perubahan.There is no change without movement and no movement without change.Tidak ada perubahan tanpa gerakan dan tidak ada gerakan tanpa perubahan. Mari kita bangun bangsa dan negara dan lewotana tercinta Flores Timur” pungkas KaKwarcab Agus Boli.

Upacara tersebut diikuti sebanyak 474 peserta Pramuka Gudep sekecamatan Wulanggitang dan 64 pembina Kwarran Wulanggitang. Turut hadir Kasubag Humas Bidang Publikasi Flores Timur, Tri Budi, Camat Wulanggitang, Wunibaldus Redo Padjo, Sekcam Wulanggitang Adrianus Anselmus. Pantauan media ini, upacara tersebut berlangsung hikmat dan damai.

Hits: 89

Comments

comments

Tinggalkan Komentar Anda