Gandeng PRISMA,DALA Sikka Siap Dongkrak Petani Jagung

Pendiri Dala Sikka,Gaspar Bao,saat memberikan pencerahan dan pendampingan kepada petani Demontration Plot (Demplot) Jagung Poktan Deung Delung, Desa Boru, Wulanggitang, Flotim

FLOTIM,NUSANTARA7-“Dala Sikka” adalahpenangkar produksi benih tanaman pangan  yang didirikan oleh Gaspar Bao seorang petani asal Kabupaten SIKKA.Kini Dala Sikka tengah menggandeng Australian Partnership (AIP) for Promoting Rural Incomes through Support for Marketing in Agriculture (PRISMA) dalam budidaya tanaman pangan.

Dala Sikka juga kini sedang giat melakukan perluasan wilayah pendampingan terhadap petani dalam mengenal budidaya tanaman pangan dengan melakukan pendekatan teknologi pengelahan tanaman pangan guna meningkatkan produksi.Program tersebut berhasil mendorong Dala Sikka menjadi pelopor budidaya tanaman pangan.

Gaspar Bao, pada kegiatan temu lapang bersama para petani di Demontration Plot (Demplot) Jagung Poktan Deung Delung, Desa Boru, Wulanggitang, Flotim,  mengatakan, ketahanan pangan dalam rumah tangga petani merupakan faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan Nasional. Selain itu, Ia mengatakan faktor keberhasilan suatu budidaya tanaman tergantung pada potensi genetik dari benih itu sendiri.

“Keunggulan varietas dan peningkatan hasil dapat kita nikmati bila benih yang ditanam itu bermutu. Hari ini kami hadir untuk berbagi ilmu bersama petani sehingga dapat diimplementasikan guna meningkatkan produksi pertanian.Menjadi Petani itu gampang-gampang susah, yang terpenting adalah niat untuk mau bekerja”, ujar Gaspar.

Selain itu,dihadapan para petani,Gaspar Bao,berkomitmen akan melakukan pendekatan yang tekun terhadap petani dalam hal budidaya tanaman pangan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, panen hingga pemasaran.

Senior Bussines Consultant, Paskalis Nay,yang turut hadir pada kegiatan tersebut, mengatakan PRISMA hadir untuk menyediakan akses kepada petani dalam menyediakan pasar pengembangan komoditas pertanian, perlindungan tanaman pangan, serta sebagai solusi pasar yang berkelanjutan bagi petani.

“Prisma hadir ditengah petani untuk membantu petani mengurangi hambatan terhadap produktivitas pertanian dan akses pasar petani”, kata Paskalis Nay.

Lebih lanjut, Paskalis mengatakan kerjasama ini berguna membagi pengetahuan tentang penerapan dan praktik agronomi terkini, dengan demikian, kata Paskalis, produksi pertanian menjadi kuat dan mengalami peningkatan.

Hasil Jagung petani yang mendapat pendampingan dari Dala Sikka

Gerakan inovasi yang didongkrak oleh Dala Sikka yang bekerjasama dengan PRISMA ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Ignasius Padak seorang petani asal Desa Boru, menilai gerakan ini merupakan sebuah kolaborasi yang baik antara petani, Dala Sikka maupun pihak PRISMA.

“Dala Sikka dan PRISMA hadir dengan ilmu-ilmunya yang kami sedang terapkan, akses pasar juga menjadi mudah buat kami. Semoga program ini menjadi motivasi buat petani”, ujar Ignasius.

Sementara itu, senada disampaikan Deo Plue, Aparatur Pemerintah Desa Boru,  progam ini merupakan ruang yang harus diisi oleh petani karena merupakan sebuah strategi Pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia.

“Kita berharap program ini dapat dijalankan secara sungguh-sungguh oleh petani dan meningkatkan kesadaran petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah ini”, katanya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Penyuluh Pertanian Kecamatan Titehena, Fransiskus Gregorius serta sejumlah petani Flores Timur.

Hits: 144

Comments

comments

Tinggalkan Komentar Anda