Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jagung Titi Warnai Festival Budaya Lamaholot

Sejumlah Wanita Suku Lamaholot gelar cara pembuatan Jagung Titi pada Festival Budaya Lamaholot

FLORES TIMUR,NUSANTARA7-Perhelatan Festival Lamaholot yang berlangsung di Desa Kiwang Ona kecamatan Adonara Timur,  belum lama ini, 14/9/2019, selain menampilkan atraksi budaya yang lain, Festival ini juga menampilkan kuliner khas Lamaholot. 

Nampak sepanjang jalan area festival hingga ke panggung, terlihat ratusan ibu ibu dan gadis dari desa-desa sekecamatan Adonara Timur, sedang duduk meniti jagung (mengolah jagung menjadi emping).

Sekejap kampung asal Kepala Disparbud Flotim, Apolonia Corebima, SE. M.Si, disulap menjadi Kampung peniti jagung serta pasar jagung titi.

Jagung titi dan nilai budaya

Jagung titi/emping jagung dalam bahasa Lamaholot (Wata Kenaen) merupakan makanan pokok masyarakat Lamaholot selain nasi.

Proses pembuatannya cukup unik. Sesuai dengan namanya, jagung titi terbuat dari biji jagung. Biji jagung dipisahkan dari tongkol (pua), Biji jagung ini disangrai pada wajan yang terbuat dari tanah liat. Setelah dirasa cukup matang, dalam keadaan panas, biji jagung itu dikeluarkan dari wajan dengan menggunakan tangan kemudian dipipihkan dengan menggunakan dua buah batu. Satu batunya berfungsi sebagai alas ( Wato Ina) dan yang lainnya menjadi pemukul (Wato Ana). 

Proses titi jagung ini membutuhkan keterampilan dan insting yang bagus oleh wanita Lamaholot. Biasanya hanya dikukan dalam sekali titi, biji jagung langsung berbentuk pipih. Biji jagung yang dipipihkan itu dapat menghasilkan emping dengan berdiameter 5 hingga 8 centimeter.

Ina Peni, perempuan paruh baya asal Adonara, diajak bicara ketika sedang asyik meniti jagung,  mengatakan Jagung titi tak hanya dinikmati, tetapi ada nilai yang terkandung di dalamnya yakni, kebersamaan, kekerabatan, dan pengikat persaudaraan.

“Sebagai orang Lamaholot, tentunya dengan sendirinya tahu akan nilai dari makanan khas ini.  Nilai nilai itu kini masi terus dipertahankan, jagung titi ini memiliki tradisi tersendiri bagi orang Lamaholot”, sebut Ina Peni.

Selain itu, lanjutnya, dahulunya dalam  Budaya Lamaholot, keterampilan perempuan Lamaholot dalam meniti jagung juga menjadi salah satu ukuran dalam berumah tangga.

“Dalam adat Lamaholot, Perempuan Lamaholot akan dinilai baik dan matang serta bertanggungjawab kalau bisa meniti jagung, memintal benang dan menenun”, katanya.

Jagung titi juga menjadi suguhan utama dalam hajatan seperti, pesta adat, pernikahan, hari raya, dan hajatan lainnya sebagai pengikat persaudaraan.

Hits: 70

Comments

comments

Tinggalkan Komentar Anda