Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bupati Flotim:Tradisi Menenun Ekspresi Jati Diri Kita


Pameran sarung tenun) di Desa Lamawohong, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis 25 April 2019.

FLORES TIMUR-NTT,NUSANTARA7-Tradisi menenun merupakan jati diri kita. Tradisi menenun juga dapat memperdalam pemahaman terhadap nilai nilai budaya. Ini merupakan kekayaan alam yang perlu dilestarikan.

Hal ini disampaikan Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST,saat menghadiri pergelaran Budaya ( Pameran sarung tenun) di Desa Lamawohong, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis 25 April 2019.

Pameran sarung tenun juga merupakan salah satu rangkaian acara dari “Festival Bale Nagi” yang dirancang oleh Pemkab Flores Timur. Pergelaran ini menampilkan beragam motif sarung tenun asli Lamaholot dengan pewarna dan benang asli, kerajinan lokal serta suguhan atraksi budaya.


Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST,saat menghadiri pergelaran Budaya ( Pameran sarung tenun) di Desa Lamawohong, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis 25 April 2019. 

Ditemui di stand pameran, kepada media ini Bupati Anton mengatakan untuk mempertahankan identitas dan karakter orang Lamaholot, salah satu cara adalah mengidentifikasinya melalui tradisi tradisi karena disitulah kemurnian jati diri kita berada.

Menurutnya selain memperkuat jati diri dan mempertinggi pemahaman terhadap nilai luhur budaya, pergelaran event ini juga dapat mempercepat pembangunan dan peningkat ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa dalam pengembangan pariwisata, sangat diperlukan sinergitas dan kerjasama  pemerintah dan masyarakat maupun para stakeholder atau swasta.

“Tidak bisa jalan sendiri, harus ada kerja sama sehingga pengembangan pariwisata dapat berjalan dengan baik. Kita berharap potensi yang ada di Flores Timur ke depannya dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan” harap Anton.

Ia juga mengatakan dalam pelaksanaan kegiatan event ini tentunya tidak lepas dari kekurangan.

“Kita tidak bisa mulai dari sesuatu yang sudah final. Kalau kita tidak pernah coba maka kita tidak pernah menemukan kekurangan kita”,ujar Anton.

Bupati Anton ketika disinggung terkait kondisi infrastruktur jalan di Lamawohong yang menjadi akses pariwisata yang belum terurus dengan baik , Ia  sendiri mengatakan dengan adanya festival ini  tentunya akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

“Kita sudah lihat kondisi infrastruktur jalan di Lamawohong. Ini merupakan tanggung jawab Pemda dan kita punya komitmen untuk bangun infrastruktur jalan di Pulau Solor ini”,katanya.

Hits: 119

Comments

comments

Tinggalkan Komentar Anda