Pengusaha Karaoeke Bandungan Menjerit,Ada Apa Dengan YKCI?

Suasana Pers Conference di  Aula Paradise Karoeke Bandungan

Bandungan,Jateng ,Nusantara7.com-“Ada Apa Dengan YKCI” itulah tema pertemuan yang dibahas oleh perwakilan pengusaha Karaoke Bandungan yang didampingi oleh Badan Penelitian Aset Negara-Aliansi Indonesia (BPAN-LAI) saat acara perss conference dengan awak media,Selasa,23/05/2016 di Aula Paradise Karaoke sekitar pkl.13.30 WIB.

Pers Conference ini dilakukan,sebagai bentuk ungkapan keberatan mereka terhadap kebijakan manajemen pemungutan Royalti oleh KCI yang berdasarkan rata rata yakni Rp.750.000,00/Room Karaoke/tahun.Cara ini menurut mereka sudah melanggar UU yang ada,ditambah lagi dengan lagi KCI sebagai lembaga fasilitator penarikan/pemungutan royalti dilapangan pecah menjadi tiga lembaga,bahkan sekarang dari tiga lembaga pecah lagi menjadi enam lembaga dan semuanya secara langsung menarik royalti sendiri-sendiri pada kami pengusaha karaoke dengan besaran nominal yg sama persis dgn KCI.

“Kami sangat keberatan sekali dan bingung karena yg menagih banyak sekali lembaganya “,tutur Ibo Wancaya,salah satu owner karaoke.

Lanjut Ibo,makanya kami minta bantuan dan menggandeng BPAN_LAI (Badan Penelitian Aset Negara-Aliansi Indonesia untuk ikut menangani dan menyelesaikan masalah kami paguyuban pengusaha karaoke kecamatan bandungan yg berjumlah 25 owner ini,baik melalui negosiasi maupun hukum sesuai undang undang yang ada seta meluruskannya dan mengusulkan revisi karena dilapangan mengalami kerancuan dan penyimpangan.

“Intinya kami mau membayar royalti asal sesuai undang undang yg ada kami para pengusaha karaoke ingin kejelasan itu harapan kami kepada pemerintah dan para pencipta karya juga kami taat hukum kok yg penting itu resmi dan sesuai koridor yg ada”,ungkap Ibo.

Mendukung pernyataan Ibo, salah satu perwakilan BPAN_LAI ,Dokter Anis,mengatakan BPAN-LAI siap mendampingi Paguyuban Pengusaha Karaoeke Kecamatan Bandungan yang berjumlah 25 Owner tersebut.

Menurut BPAN- LAI,seperti diatur oleh undang-undang tentang hak cipta nomor 19 Tahun 2002, dalam rangka memberi perlindungan kepada para pencipta sebuah karya dengan aturan hukum positif yang bersifat mengikat, pemilik hak cipta dapat memberikan Lisensi kepada pihak lain/tertentu untuk menyalin,memperbanyak,mempergunakan dgn catatan sudah terjadi kesepakatan antara pihak pencipta dengan pihak yang lainnya.

Maksud ulasan kami diatas agar pembaca memahami sedikit tentang UU Hak cipta,terkait dengan pengalihan ini tidak lepas dari kompensasi/royalti yang wajib di berikan kepada pencipta yg pengelolaannya di berikan kepada pihak lain yaitu lembaga manajemen kolektif (YKCI).

“Seiring berjalannya waktu dalam rangka penyelarasan serta kebutuhan di keluarkan lagi UU Hak cipta thn 2014 no.24,juga UU tentang lisensi no.28 thn 2014 yg mengatur sistem pembayaran serta sanksi pidana kepada pihak lain yg tidak mau membayar Royalti,juga tata cara pembayaran royalti berdasarkan berapa kali karya cipta lagu tersebut di putar/di nyanyikan ulang”,tandas Anis.

Penulis : Andi Eka

Editor  : Elias FN

 

 

.

 

Share

Comments

comments

Berita Lainnya