Menilik Situs Megalitik Tenjolaya Girang Sukabumi

IMG_20151114_101654
Situs Megalitik Tenjolaya Girang(Foto:Elias FN/Nusantara7

 

Sukabumi,Jabar,nusantara7.com-Diantara sekian banyaknya destinasi wisata yang tersebar di Provinsi Jawa Barat,Situs Megalitik Tenjolaya Girang atau lebih sering disebut orang Situs Batu Kujang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang suka dengan sejarah dan kepurbakalaan.

 
Situs yang terletak di Kampung Tenjolaya Girang,Desa Cisaat,Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi,mempunyai pesona dan daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.Betapa tidak,situs megalitik yang terletak di lereng gunung Salak ini,selain berhawa sejuk,juga memiliki panorama alam yang indah.Sejauh mata memandang,terhampar lahan lahan perkebunan warga yang ditanami beraneka tanaman sayuran dan pepohonan.Sungguh merupakan momen yang menyejukan mata dan hati.Hal ini dialami penulis/wartawan nusantara7.com,saat berkunjung kesana baru baru ini.Untuk sampai ke situs ini,nusantara7 berangkat dari pusat kecamatan Cicuruq dengan menggunakan jasa ojek yang mudah didapat dengan ongkos rata rata Rp.20.000/penumpang.Jarak dari pusat kecamatan kurang lebih 5 km,melewati perkampungan perkampungan warga didaerah perbukitan.Tak terasa jalan semakin menanjak dan mulai menyempit karena yang ada cuma jalan setapak yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua,sehingga nusantara7 melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati sebuah kali dengan jarak tempuh kurang lebih 10 menit.
 
Nusantara7 diterima oleh Pak Wawan(Kang Wawan),petugas dari Balai Pengelolaan dan Kepurbakalaan Sejarah Dan Nilai Tradisional,Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat.
 
Selepas mengisi buku tamu,yang merupakan prosedur tetap yang harus dilaksanakan oleh setiap pengunjung,Kang Wawan mengantar penulis berkeliling area situs.Dengan fasih Kang Wawan menjelaskan puluhan menhir yang tersebar yang  berukuran besar.
 
IMG_20151113_171525
Batu Kujang (Foto:Elias FN/nusantara7)
“Area situs batu kujang dibatasi struktur batu sehingga lahan ini membentuk punden berundak. Bentuk lahannya terbagi menjadi dua, dengan bagian pertama yang terletak di bagian timur situs dan bagian kedua di bagian barat situs.Terdapat struktur batu melingkar berdiameter 2 m yang di tengahnya terdapat menhir dengan bentuk menyerupai kujang setinggi 208 cm, yang oleh masyarakat setempat disebut Batu Kujang. Di sebelah timur batu kujang terdapat menhir berukuran tinggi 52 cm. Di teras ini pula terdapat batu alam berjajajar”,terang Kang Wawan yang berpenampilan bersahaja ini.
 
Lebih lanjut Kang Wawan jelaskan,bahwa peninggalan lain di teras ini adalah batu jolang berukuran 180 cm x 107 cm dengan kedalaman lubang 14 cm.Yang lebih unik, di lokasi ini juga terdapat batu alam berukuran 180 cm x 75 cm yang oleh masyarakat disebut batu maya.Di area situs ditemukan sejumlah batu menhir dan dolmen yang tersebar di atas punden berundak. Di sisi selatan punden ini ditemukan struktur batu menyerupai anak tangga yang diduga sebagai jalan masuk utama ke kompleks pemujaan ini.Pada teras tertinggi, di atas struktur susunan batu melingkar berdiameter 6 m, terdapat menhir setinggi 2,08 m dengan ketebalan 17 cm. Menhir ini menyerupai kujang yang berdiri tegak dengan lebar bagian atas 8 cm, bagian tengah 66 cm, dan bagian bawah 44 cm.
 
Pengunjung yang beragama islam saat berkunjung ke Situs Batu Kujang tak usah khawatir jika ingin melaksanakan Sholat,sebab didalam area situs sudah tersedia sebuah mushola yang cukup nyaman dan layak digunakan.
 
“Mushola ini dibangun berkat sumbangan dari donatur yang peduli dengan keberadaan situs ini”,ungkap Kang Wawan.
 
ELIAS FN
Share

Comments

comments

Berita Lainnya