Hebat,5 Pemuda Desa Ciptakan Replika Robot Bumblebee

Kostum Robot yang diciptakan oleh lima pemuda desa bener kecaamatan tengaran kabupaten semarang
Kostum Robot yang diciptakan oleh lima pemuda desa bener kecaamatan tengaran kabupaten semarang

Kabupaten Semarang,Nusantara7.com-Setelah di PHK dari tempat kerjanya,Salim Riyadi,dan 5 pemuda desa Bener,Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Jawa Tengah, malah menciptakan lapangan kerja baru yang cukup menjanjikan.Mereka nekat membuat replica robot Bumblebee,sebuah robot terkenal asal jepang yang menjadi salahsatu karakter robot fiksi dalam serial Transformers yang paling populer dalam serial televisi anak anak selain tokoh optimus prime dan megatron.Hal ini membuat mereka naik daun didunia maya saat ini.

Salim menuturkan,berawal dari rasa jenuh karena pengangguran dan tidak berpenghasilan,membuatnya berpikir membuat kostum robot.

Tak membutuhkan waktu yang lama,awal tahun 2016 lalu dengan modal 100 ribuan rupiah,dia dan 4 temanya yang lain,Didik Prasetyo,Wibowo,Samsul dan Anam lantas membeli spon eva/spon ati sebagai bahan baku pembuatan robot Bumblebee.Selain itu mereka juga membeli bahan pendukung lainnya,seperti;cat dan lain lain.

Mereka menjelaskan cara pengerjaannya dengan meniru persis gambar robot transformer.Namun untuk skala ukurannya menggunakan feeling saja.

“Yang paling sulit saat memproduksi,yaitu pembentukan robot dan pengecatan.Kami harus detail, jangan sampai berbeda jauh dengan gambar yang kami contoh, meskipun alat-alat yang digunakan baru sebatas gunting,cutter dan penggaris.Cat yang kami gunakan adalah cat sintetis.Lalu untuk membuat warna semakin hidup,kami semprotkan minyak M3”,kata Didik.

Samsul Maarif ,yang bertugas di bagian produksi menambahkan,ada dua produk yang diproduksi mereka,yakni yang berbentuk robot display dan kostum.Kostum dapat dikenakan,digerakkan dan telah disesuaikan dengan postur tubuh orang dewasa.

“Untuk pengerjaan robot kostum, rata-rata paling cepat dua bulan per robot. Sedangkan pengerjaan robot displai setinggi 3 meter membutuhkan waktu sekitar 3 bulan.Apabila dijual,Rp 7 juta per robot kostum. Sedangkan untuk robot displai Rp 15 juta per buah,” ujar Samsul.

Tanggapan Positif Masyarakat

Hasil produksi robot kostum dan robot display Salim Riyadi dan teman teman diluar dugaan mendapatkan tanggapan positif masyarakat.Permintaan dari berbagai daerah akan dua jenis produk ini semakin meningkat.Bahkan permintaan pembuatan replica dari berbagai perusahaan ternama sering mereka dapatkan.Misalnya baru baru ini,mereka mendapatkan permintaan pembuatan replica motor Yamaha Surabaya oessan 4 display replica Yamaha senilai 60 juta rupiah.

Sebelum terkenal seperti sekarang,awalnya hasil produksi robot display dan kostum ini mereka promosikan di tempat tempat wisata,seperti di tempat wisata curug solo dan mendapatkan tanggapan luar biasa dari pengunjung.Selain itu mereka promosikan di kampung mereka sendiri di Desa Bener,dengan berjala keliling desa.

Kepala Desa Bener,H.Saefudi,mengungkapkan kebanggaanya terhadap kelima warganya yang kreatif dan sudah mengharumkan nama desanya ini.Dia menuturkan,robot itu lebih tinggi dari manusia sehingga tampak dari kejauhan dan menonjol dengan warna warni yang mengkilap.

“Ternyata Itulah robot-robot hasil kreativitas Didik Prasetyo bersama lima pemuda,warga Dusun Kadipurwo Desa Bener,Kecamatan Tengaran,Kabupaten Semarang.Masyarakat heboh setelah sejumlah robot ala transformers berjalan-jalan di perkampungan”,ungkap Saefudi.

Lanjutnya,anak-anak dan sejumlah orangtua menyempatkan diri menonton robot-robot besar dan warna-warni itu berjalan di dusun tersebut sambil menyapa warga.”Mereka membuat robot Transformers sebagai usaha produksi Kurnia Robot”.

 Yang menghebohkan,Saefudi berkisah,robot transformer bertarung menggunakan senjata pun mereka tampilkan di desa bener dan membuat warga berdecak kagum.

“Didalam robot itu ada orang-orang sehingga robot replika film Transformersbuatan Didik dan kawan-kawan bisa berjalan, berperang maupun berjoget.Tak pelak robot-robot itu diserbu warga yang menemuinya untuk sekadar foto-foto”,tuturnya.

Namun Saefudin menyayangkan,meski saat ini pesanan pembuatan robot mulai ramai,namun hingga kini pihak terkait,baik dari Disperindag ataupun Pemkab semarang belum pernah sekalipun melihat,apalagi membina dan memberikan dukungan baik pelatihan ataupun dana.”Padahal keberadaan 5 pemuda pembuat trobot sudah mengaharumkan nama kabupaten Semarang”,pungkasnya.

 

Penulis  : Andi Eka

Editor    : Elias FN

Share

Hits: 581

Comments

comments

Berita Lainnya

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *