Masyarakat Dan LSM Kritisi Pembangunan Jembatan Larowa

Nias Utara,nusantara7.com – Pembangunan Jembatan Larowa yang terletak di Desa Umbu Balodano Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara yang di kerjakan oleh CV. KARYA BOGALI, terkesan amburadul. 

Pasalnya,dalam pengerjaan pengecoran lantai kerja atau fondasi jembatan, keadaan air yang bercampur lumpur tentu kualitas pada coran bor fillenya tidak akan tahan dan jembatan tersebut sangat di ragukan, di tambah lagi tiang kongkrit yang tertanam terlihat serampangan.

Saat awak media ini mendapatkan info melalui WA seluler salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa pengerjaan lantai dasar atau pondasi jembatan tersebut terdapat beberapa kelemahan yang sangat tidak wajar dan cara pengerjaannya hanya asal jadi, bila pekerjaan itu di bongkar oleh penegak hukum maka banyak terdapat yang di kurangi volumenya. Dan juga bagian lantai pondasi dan pemasangan tiang sangat di ragukan untuk menahan beban sehingga jembatan tersebut tidak bakalan tahan lama dan ambruk”, ungkapnya.

Tempat terpisah saat awak media konfirmasi hal ini kepada kadis PU Nias Utara Yulius  Zai, ST, di ruang kerjanya didampingi PPK, Pengawas, Direksi dan Rekanan,Yulius mengatakan pekerjaan jembatan di larowa itu telah di kerjakan dengan baik tanpa ada kekurangan. 

“Sesuai laporan dari anggota saya terutama pengawas dan PPK dan jika ada kelemahan tidak ada pekerjaan yang seratus persen bersih pengerjaannya, info ini pun, baru saya dengar juga baru lihat bukti fotonya yang telah di tunjukkan untuk perbandingan foto yang ada sama anggota saya, dan bila pada pengerjaan jembatan tersebut ada kelemahan atau kekurangan maka saya ijinkan untuk di bongkar sesuai prosedur”, ungkap Yulius

Menurut wakil ketua LSM MITRA,Alfret Laoli, saat awak media ini membahas pengerjaan jembata larowa di ruang kerjanya, senin 05/02/2018, mengatakan jembatan berfungsi sebagai prasarana untuk kelancaran arus lalu lintas.

“Dengan demikian jembatan di rencanakan agar dapat memberi pelayanan terhadap perpindahan kendaraan dari suatu tempat ke tempat lain dengan waktu yang sesingkat mungkin dengan persyaratan aman dan nyaman (comportable and safe) sehingga dapat dikatakan bahwa kecepatan (speed) adalah merupakan faktor yang dapat di pakai sebagai indikator untuk menilai apakah suatu jalan / jembatan mengalami kegagalan.  Contohnya, seperti jembatan Larowa diduga kuat banyak kelemahan maka itu termasuk kegagalan pada suatu pekerjaan, kenapa hal demikian bisa terjadi…..?? Itu kita duga kuat ada kerjasama antara rekanan dan kadis PUnya, juga pengawasnya maka hal demikian bisa terjadi dan rekanan bebas melakukan untuk mengurangi Volume pengerjaan jembatan di larowa itu, sehingga tidak lama kemudian jembatan di larowa itu sudah ambruk akibat hasil kerjasama yang sudah di padukan secara perseorangan, bagusnya klo bisa di lapor aja ke pihak penegak hukum”, ujarnya dengan tegas.

Penulis : Nosan/Z

Share

Comments

comments

Berita Lainnya