Cerita Pengurus ISSI Labuhanbatu Mensurvey Track Untuk Kegiatan Di Tahun 2019

Labuhanbatu,nusantara7.com – Pecinta gowes Labuhanbatu yang tergabung di Ikatan sport Sepeda Indonesia (ISSI) Labuhanbatu baru baru ini  melakukan  survey  track baru di wilayah  perbukitan untuk kegiatan mereka di tahun 2019.

Kepada nusantara7 Media,Rangga Puri Harahap salah satu Pengurus ISSI Labuhanbatu  mengisahkan pengalaman mereka saat mensurvey track untuk kegiatan goweser di tahun 2019.

Sebelum rombongan melaksanakan survey track, Rangga menceritakan mereka sarapan pagi di Warkop K5 Simpang 6 Rantauprapat.Cuaca cukup cerah,seakan merestui kegiatan survey  yang dilakukan rombongan drh. Danang, Rangga Puri Harahap, Pakde, dan Suheru ini.

Saat mereka sedang asyik ngobrol di Warkop,tanpa disangka rombongan  Plt Bupati Labuhan Batu Andy Suhaimi Dalimunthe, ST. MT bergabung di meja mereka.

“Hampir 1 jam tak terasa perbincangan tentang perkembangan sepeda di Labuhan Batu kami bicarakan, akhirnya kami undur diri untuk melanjutkan kegiatan pencarian track”,tutur Rangga.

Sebelum keluar dari Kota Rantau Prapat,Rangga menceritakan  mereka membeli bekal makan siang,sebab track yang akan di tuju adalah gunung dan bukit yang ditanam sawit dan karet yang tentu tidak ada yang menyediakan makanan.

“Track kali ini agak unik karena posisinya berbatasan dengan 3 Kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kabupaten Labuhan Batu Selatan”,jelas Rangga.

Tujuan track yakni  ke Gunung Sibarani Desa Tanjung Medan Kecamatan Janji Kabupaten Labuhan Batu dengan jarak sekitar 40 km dan membutuhkan waktu perjalanan menggunakan kendaraan roda 4 sekitar 1.5 jam, dengan alam jalan berliku naik turun khas pegunungan.

“Tepat pukul 12.00 WIB sampai di Desa Tanjung Medan,sudah hampir tengah hari dan matahari sudah mulai terik diatas gunung, kami mulai (pembongkaran/penurunan) sepeda dari kenderaan roda empat dengan semangat kami melakukan stripping”,ungkap Rangga dengan semangat.

Rangga juga mengatakan sebelum memulai menjelajah trek kami berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan keselamatan dalam kegiatan ini, Gowes pencarian track kami mulai, kayuhan pertama langsung disambut tanjankan panjang berliku dengan jalan tanah ber batu yang sangat menguras banyak tenaga dan melelahkan dan mewajibkan kami harus memposisikan badan dan kepala maju kedepan serta mengunci fork depan sepeda agar kaku dan tidak membuang tenaga.

“Karna tujuan mencapai puncak gunung maka jalan yg dilalui hampir pasti semuanya adalah tanjakan. Dengan nafas terengah engah dan beberapa kali berhenti di tempat yang agak landai akhir nya kami sampai di puncak Gunung Sibarani, rasa lelah dan penat tidak sebanding dengan rasa puas, kagum, indah dan bersyukur atas keindahan pemandangan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa”,paparnya.

Tepat didepan kami terhampar Gunung Pinarik yang berada di Kabupaten Padang Lawas Utara yang menjulang tinggi yang membuat penasaran kami suatu saat ingin bersepeda menuju kesana.Setelah sampai puncak dan puas beristirahat sejenak serta mengabadikan moment dengan ponsel kami lanjutkan track dengan masuk ke area perkebunan sawit milik warga dengan jalanan single track (1 baris) dan aliran air berserakan dimana mana yang membuat kami wajib berjibaku mengahadapi licinnya tanah dan harus menuntun sepeda. Dengan track yg penuh ilalang, akar pepohonan, rerumputan liar dan lumpur sangat mengasyikan untuk dilintasi.Setelah lelah berkeliling diatas akhirnya kami kembali dengan menuruni jalanan turunan yang panjang yang sangat menggiurkan dilalui dengan kecepatan tinggi.Total panjang track tidak terlalu jauh sekitar 10km tetapi sangat melelahkan dan menguras banyak tenaga.

“Akhirnya kami sampai juga di tempat awal dan segera loading (menaikan) sepeda ke atas kenderaan roda empat dan bergegas menuju ke tepian sungai yang airnya bersih dan sejuk untuk membersihkan diri sambil santap siang”,terangnya.

Tanpa terasa hari menjelang sore waktu menunjukkan pukul 15.30 WIB dan hujan mulai deras membasahi bumi bergegas kami meninggalkan lokasi ini dan kembali ke kota Rantau Prapat dengan hati riang dan gembira.

“Mudah mudahan an kami dapat kembali ke tempat ini bersama kawan goweser lainnya di even 2019”,ungkap Rangga mengakhiri kisahnya.

Share

Hits: 44

Comments

comments

Berita Lainnya