Hilangnya Budaya Malu

Muchlis, SE
Muchlis, SE,(Penulis Dan Jurnalis)
Rasa malu sudah menjadi barang langka di negeri ini. Rasa malu tidak hanya terkikis bahkan habis pada semua level masyarakat Indonesia. Malu merupakan identitas budaya timur, terbukti bahwa budaya malu diwariskan secara turun temurun mulai dari nenek moyang kita hingga sekarang. Namun, realita yang dihadapi bangsa Indonesia utamanya pada generasi muda sangatlah memalukan karena mereka mengikuti budaya dari bangsa barat. Padahal untuk menjadikan suatu negara maju dan berbudi pekerti yang baik adalah mananamkan sifat malu pada pribadi seseorang.
 
Berkembangnya akses informasi dan tekhnologi sekarang memudahkan setiap orang untuk sangat mudah mendapatkan informasi, baik melalui media cetak maupun elektronik. Setiap hari selalu ditemukan kasus kekerasan, narkoba, seks bebas dan lain-lain. Yang dapat menghancurkan naluri generasi muda dan karakter yang sudah hilang karena budaya malu yang tidak tertanam didalam diri individu.
 
Jika kita liat kehidupan sekarang ini di mana budaya malu mulai semakin hilang dalam kehidupan masyarakat, hal – hal yang sebelumnya merupakan hal yang sangat tabu dan memalukan telah menjadi hal yang sangat banyak terjadi atau hal yang biasa, perzinahan terjadi di mana mana bahkan adakalanya dilegalkan di masyarakat sebagai mata pencaharian, banyak sekali terjadinya perkosaan yang dilakukan oleh ayah kepada anak kandungnya, suami atau isteri yang berselingkuh dan hal – hal lain yang dulu merupakan sesuatu hal yang sangat tabu atau memalukan mulai menjadi hal yang biasa.
 
Aspek lain dalam kehidupan juga mulai rusak dengan menipisnya budaya malu saat ini hal ini terlihat dari tingginya pelanggaran hukum di masyarakat kita. KKN menjamur di seluruh level kehidupan masyarakat mulai dari kehidupan rumah tangga sampai kehidupan bernenegara, sehingga KKN seperti telah menjadi budaya baru dalam kehidupan. Budaya malu tidak mampu lagi sebagai menjadi pembatas karena KKN telah menjadi hal yang biasa dan normal sehingga peran penjara sosial yang dimiliki oleh rasa malu tidak mampu lagi berkerja. Sogok menyogok, pemerasan, perampasan hak, peninggalan tangguang jawab dan hal – hal lain yang bertentangan dengan aturan dan norma – norma hidup telah menjadi sesuatu yang lumrah dalam kehidupan.
 
Menanamkan budaya malu tesebut juga sangat dibutuhkan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, yang dinamis, aman, nyaman, dan tentram. Dengan tertanamnya budaya malu dalam diri masyarakat, maka lahirlah kesadaran dari pada masyarakat untuk menjaga diri dan lingkungan sekitarnya sebagai contoh sederhana yaitu malu jika melanggar lalulintas, malu jika membuang sampah sembarangan, malu jika dirinya melakukan kesalahan dan malu jika dirinya tidak berbuat sedikitpun untuk Indonesia.
 
Sebagai penulis saya juga sadar bahwa saya jauh dari kesempurnaan dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan, tetapi tidak ada salahnya kita semua menghimbau orang terdekat kita untuk meningkatkan budaya malu, dan menjadikan budaya malu sebagai perisai agar bangsa ini menjadi lebih beradab.  

PENULIS :MUCHLIS,SE

 
Share

Hits: 58

Comments

comments

Berita Lainnya