Paska Bencana Longsor,Labuhanbajo Darurat BBM

Situasi antrian kendaraan di SPBU Pasar Baru,Rabu,13/3/2019

Paska Bencana Longsor di sejumlah titik jalan Ruteng -Labuanbajo(Kampung Culu Manggarai Barat) telah melumpuhkan transportasi darat yang berimbas kepada terhentinya suplai BBM untuk dua SPBU dilabuanbajo dari Depo Pertaminan Reo.

Labuan bajo,Nusantara7– Kota Labuanbajo dan sekitarnya,beberapa hari terakhir mengalami kelangkaan BBM.Pasalnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk 2 SPBU di Kota Labuhanbajo dari Depo Pertamina Reo Manggarai terhenti sama sekali karena terputusnya Jalan Ruteng-Labuhanbajo akibat bencana longsor di sejumlah titik yang menelan banyak korban nyawa belum lama ini.

Terkait dengan kondisi tersebut,PT.Pertamina,tbk,berupaya mengatasi kelangkaan BBM di Kota Labuhanbajo dan sekitarnya dengan melakukan Pasokan BBM dari Bima dan Sumbawa Besar,Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui jalur laut.

Pengawas SPBU Pasar Baru,Fridus,saat ditemui Nusantara7 ,belum lama ini mengatakan,Pasokan BBM untuk SPBU Pasar Baru dari Bima dan Sumbawa Besar NTB,antara lain;Premium sebanyak , 8000 liter,Pertalite sebanyak,16. 000 liter.

“Dengan masuknya bahan bakar minyak ini,tentunya untuk membantu kebutuhan masyarakat manggarai barat pada umumnya ,sehinga saat ini kita harus mengunakan standar untuk penggisian Mobil berkisar 100 ribu , sedangkan sepeda motor 15.000 .ini supaya ada pemerataan penggisian bahan bakar minyak”,ungkap Fridus .

Pantauan Nusantara7,Rabu,13/3/2019,di tempat penggisian BBM terjadi antrian panjang sekitar 500 meter di depan SPBU pasar baru.Antrian ini dipadati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat ,saat Truck Tangki BBM dari Bima NTB tiba di Labuanbajo pada Pkl.20.00 WITA.

Untuk menjaga Kamtibmas,Polres Manggarai Barat,menerjunkan sejumlah Anggota untuk mengawal kendaraan pengangkut BBM dan melakukan pengamanan di SPBU Pasar Baru dan di SPBU Sernaru Labuhanbajo.

Harga BBM Melambung Tinggi

Akibat kelangkaan BBM tersebut,terjadi kenaikkan harga BBM di tingkat Pengecer disejumlah tempat di Labuhanbajo.Untuk botol Bensin dan Pertalite yang berisi 1,5 liter yang sebelumnya,Rp.15.000/botol menjadi Rp.50.000/botol.

Salah seorang warga Labuhanbajo yang tak mau namannya di publikasikan di media ini mengatakan,situasi ini tentunya sangat menyulitkan masyarakat.

“Harga BBM menjadi tidak terkendali dan gila gilaan.Pemerintah harus menertibkan kenaikan BBM yang tidak wajar ini.Tertibkan pedagang eceran yang sering mangkal dan berdagang di sekitar 2 SPBU di kota Labuhanbajo ini,jangan biarkan mereka menjual lagi BBM yang mereka beli di SPBU dan menjual kembali di sekitar SPBU.Pemerintah harus tegas dan utamakan untuk konsumsi saja dulu bukan untuk di jual ecer lagi”,ungkapnya.

Share

Hits: 37

Comments

comments

Berita Lainnya

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *