DBD Melanda Manggarai Barat,Dinas Kesehatan Provinsi NTT Gelar Sosialisi

Sosialisasi Penyakit Demam Berdarah yang berlangsung di Aula Sekdakab Manggarai Barat

Labuhanbajo,Nusantara7.com- Penyakit Demam Berdarah (DBD) yang akhir akhir ini sudah menyerang warga manggarai barat,khususnya masyarakat labuanbajo dan sekitarnya,membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah kabupaten manggarai barat dengan pihak pihak terkait.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT,Dominikus Mere,saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi tentang pencegahan penyakit demam berdarah belum lama ini yang berlangsung di Aula Sekdakab Manggarai Barat,Labuhanbajo.

“Penyakit Demam Berdarah (DBD ),akhir akhir ini sudah mewabah di manggarai barat.Butuh perhatian serius dari pemerintah manggarai barat”,ungkap Doominikus.

Dominikus menjelaskan,penyebaran penyakit DBD melalui kotoran kotoran sampah,air tergenang,air di bak mandi dan lain lain.Untuk itu Dominikus berharap pemerintah segera mengantisipasi penyebaran wabah DB tersebut,seperti melakukan fogging di pemukiman warga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit siloam,kerjasama pencegahan DBD.Selain itu,kondisi ini sudah kami laporkan ke kementerian kesehatan dan dalam waktu dekat pihak kementerian akan memantau perkembangannya”,papar Dominikus.

Seementara itu,Bupati Manggarai Barat,Drs.Agustinus Ch Dulla,saat membuka kegiatan Sosialisasi tersebut mengakui bahwa wabah DBD memang menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten manggarai barat,oleh karena itu Dulla meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat harus konsen menangani kasus penyakit DBD tersebut. Sehingga pada kesempatan tersebut,Dulla meminta Dinas Kesehatan Manggarai Barat untuk tanggap dan terus berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit untuk penanganan pencegahanya.

Terkait pengendalian Demam Berdarah tersebut,salah satu pembicara/pemateri sosialisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT,dr.Asep,dalam paparannya menerangkan bahwa sejak tahun 2005,penyakit DBD sudah masuk ke manggarai barat.Penyakit ini cepat menyebar secara sistematis.Sehingga penyakit DBD ini,menurut Asep,harus diwaspadai.

Terpisah ,salah satu tokoh masyarakat labuhanbajo,kepada media ini mengatakan penyebab terjadinya wabah penyakit DBD adalah perilaku tidak higienis dari masyarakat yang membuang sampah sembarang serta tidak menjaga kebersihan lingkungan sekitar pemukimannya.Disamping menurutnya,pemerintah dimintanya untuk terus melaksanakan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan penyakit DBD ini.



Share

Hits: 42

Comments

comments

Berita Lainnya

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *