Rakor Rastra Medang Deras Diwarnai Keluhan Data KPM Bermasalah

Rapat Koordinasi Rastra di Aula Kantor Kecamatan Medang Deras Batu Bara(Kamis,18/10/2018

Batu Bara,nusantara7.com-Penyaluran Beras Sejahtera(Rastra) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) disejumlah desa di kecamatan medang deras masih terkendala dengan data KPM yang belum valid sehingga proses penyaluran bantuan ini mengalami kendala.

Salahsatu contoh kendalanya adalah ketika terjadi pemekaran desa,data Keluarga Penerima Mamfaat(KPM) Antara Desa Induk dengan Desa Pemekaran masih tidak sinkron.

Terkadang  KPM yang ada di Desa Pemekaran masih banyak di Desa Induk, sehingga membuat pemerintahan Desa menjadi binggung.

Pada rapat Koordinasi Rastra, Kamis(18/10/18) diaula Kantor Camat Medang Deras Kabupaten Batu Bara, persoalan seperti ini dikemukan oleh sejumlah pemerintah desa di medang deras.

Seperti, Mohamad Syafii, Sekretaris Desa(Sekdes) Pematang Nibung mempertanyakan kepada Koordinator TKSK pada rapat koordinasi tersebut  bahwa KPM setelah di Musyawarah Desa(Musdes) penerima KPM sebanyak 77 orang tetapi yang menerima sampai saat ini hanya sebanyak 49 Orang.

Sementara itu, Kholijah, Kaur Desa Medang menyampaikan, KPM untuk Desa Medang sebanyak 285 orang, setelah terpisah dari Desa Pematang Nibung hasil pemekaran Desa Medang.

Pada kesempatan yang sama, Kaur Desa Medang Baru, Izmy Ultari menyampaikan setiap arahan dan bimbingan yang diberikan selalu dikerjakan hingga selesai akan tetapi sering juga dipersalahkan sebab arahan dan bimbingan selalu berbeda pada program yang sama.

Khuzaimah,Koordinator TKSK(Korteks) pada kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa terjadinya persoalan data ranstra, antara Desa Induk dengan Desa Pemekaran dikarenakan belum ada kesepakatan bersama antara desa induk dan desa pemekaran.

“Setelah dilakukan kesepakatan bersama terkait data ranstra/KPM antara Desa Induk dan Pemekaran persoalan tentang data rastra akan terurai sebab Berkas KPM berada di Desa Induk”,  terang Khuzaimah.

Menurutnya, KPM dapat diperbaiki, ketika ada pergantian dan harus menempuh waktu selama 2 bulan.

“Data tersebut bisa diubah di Aplikasi SIKS-NG” tuturnya Khuzaimah

Khuzaimah tegaskan, Aplikasi SISK-NG telah ada dan diperoleh(dipegang) Operator di masing-masing desa

“Sayaberharap
BPNT(Bantuan Pangan Non Tunai) dapat berjalan dengan lancar”,  pungkasnya.

Penulis : Hotma

Editor   : Elias FN

Share

Comments

comments

Berita Lainnya