Ini  Yang Disampaikan Ustadz Al Asari Saat Sholat Gerhana Bulan Di Masjid Al Manaar

Ustad Al Asari, SAg Msi,

Batu Bara,nusantara7.com-Saat melaksanakan Sholat Gerhana Bulan di Masjid Al Manaar Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara, Rabu (31/01), Ustad Al Asari, SAg Msi, dalam materi kuthbah sholat khusuf mengatakan, sebagai seorang Muslim,gerhana bulan tidak hanya dilihat sebagai fenomena alam semata tetapi lebih itu terkait keimanan dimana gerhana terjadi karena kehendak Allah.

“Dia yang menghendaki dan memerintahkannya.Tentu dengan hikmah yang diinginkan oleh-Nya”, ujar Ustad Al Asari. 

Karena itu menurut Ustad Al Asari,  menyikapi gerhana bulan ini, bukan hanya dijadikan sebagai ketakjuban akan fenomena alam sehingga dijadikan sebagai media rekreasi semata. Tapi seharusnya ditumbuhkan keimanan terhadap ke-Mahakuasa-Nya. Pembuktiannya dalam bentuk amal nyata, berupa mendirikan shalat, berdoa, dan banyak beristighfar kepada-Nya.

“Fenomena gerhana merupakan dua tanda di antara tanda kebesaran Allah. Terjadi bukan karena lahirnya seseorang, sembuh dari sakit parahnya, atau karena kematiannya. Namun keduanya terjadi semata-mata karena kehendak Allah untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya dan untuk menakut-nakuti hamba-Nya. Sekaligus untuk menunjukkan bahwa Dirinya semata yang berhak diibadahi”,  bebernya. 

Lanjutnya, Diriwayatkan dari Al Mughirah bin Syu’bah radliyallah ‘anhu berkata: “Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bertepatan dengan meninggalnya Ibrahim (putra beliau). Lalu orang-orang berkata, “Terjadinya gerhana matahari karena kematian Ibrahim.”

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Tapi, Allah Ta’ala menakut-nakuti hamba-Nya dengan keduanya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Terjadinya gerhana menjadi sebab turunnya adzab kepada manusia. Dan Allah hanya akan menakut-nakuti hamba-Nya dengan sesuatu ketika mereka durhaka kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa takut dan mencegah turunnya musibah, yaitu beristighfar, berdzikir, bertakbir, bershadaqah, membebaskan budak, dan shalat gerhana.

Penulis : Hotma

Editor   : Elias FN

Share

Comments

comments

Berita Lainnya